oleh

Covid-19 Merenggut Kebebasanku

-Asal Bicara-Dilihat 454 kali

Hampir dua tahun saya harus rela berpisah dengan Keluarga tercinta dan belum ada kepastian kapan saya bisa pulang bertemu lagi dengan Mereka untuk melepas rindu. “Kebebasanku terpasung karena Covid-19” Itulah kata-kata yang selalu berkecamuk dalam jiwa.

Alhamdulillah sudah melaksanakan vaksinasi dosis penuh dengan Ikhtiar untuk sehat agar imun tubuh lebih kuat meghadapi dan memerangi virus Corona Covid-19. Dan Alhamdulillah juga vaksin yang saya gunakan waktu itu dari Pfizer-BioNTech yang katanya banyak diterima di banyak negara.

Yah, walau vaksin dosis pertama dan kedua sudah saya laksanakan sesuai yang dianjurkan oleh pemerintah setempat, tapi tetap saja tidak banyak memberikan kontribusi untuk kepulangan saya ke kampung halaman karena pintu masuk dan keluar masih tertutup rapat untuk saya khususnya dan juga kami para pekerja migran umumnya karena di negara asal saya kasus covid-19 masih sangat tinggi. Mungkin itu yang menjadi penyebab kepulangan saya selalu tertunda.

Buat para pekerja migran agar terhindar dari migrain (sakit kepala sebelah) apalagi yang kerjanya cuma lihat air laut, tetap semangat ya dan banyak berdoa semoga pandemi ini segera berakhir. Selalu ingatkan Keluarga kita khususnya diri kita sendiri untuk tetap menjaga kesehatan dan selalu patuhi protokol kesehatan jangan nakal ya..

#AYOVAKSIN #PAKAIMASKER #JAGAJARAK #JAUHIKERUMUNAN #DIRUMAHSAJA #PATUHIPROKES #CUCITANGANPAKAISABUN

Kalau semua itu sudah dilaksanakan dan dipatuhi Insya Allah dalam waktu yang tidak lama lagi kita semua akan segera bertemu keluarga tercinta dan Naudzubillah semoga bukan bertemu malaikat maut. Amin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed